January 30, 2021 By al-iraqnews.net 0

Hukum Aqiqah Sehabis Berusia, Apakah Diperbolehkan?

Penerapan aqiqah dikira bagaikan salah satu wujud ibadah serta rasa syukur yang dipanjatkan kepada Allah SWT atas kelahiran anak yang diharapkan. Sebab itu telah jadi kewajiban orang tua melakukan aqiqah dikala masih kecil. Hendak namun gimana hukum aqiqah sehabis berusia?

Walaupun banyak umat muslim yang melakukan aqiqah sehabis kelahiran anak. Tetapi tidak tidak sering terdapat sebagian umat muslim yang kondisinya tidak membolehkan. Sehingga pada dikala anak menggapai umur berusia, barulah dapat melakukan aqiqah. Kemudian apakah diperbolehkan?

Hukum Melakukan Aqiqah catering aqiqah tangerang

Penerapan aqiqah sendiri sangat diajarkan oleh Rasulullah, apalagi perihal ini telah dicoba semenjak era jahiliyah. Dimana aqiqah merupakan proses penyembelihan kambing yang dilanjutkan dengan membagikan nama kepada anak serta doa bersama buat anak.

Hukum melakukan aqiqah merupakan sunah muakkad. Tetapi terdapat sebagian komentar yang lain yang menarangkan bila aqiqah ialah perihal yang harus dicoba. Yang dimaksudkan dengan sunnah muakkad di mari merupakan sangat ditekankan serta diajarkan paling utama untuk muslim yang sanggup.

Penerapannya sendiri dicoba pada hari ke- 7 sehabis kelahiran anak. Ini ialah waktu terbaik melakukan aqiqah. Hendak namun bila pada hari tersebut tidak dapat dilaksanakan aqiqah, hingga prosesnya dapat dilaksanakan pada hari ke- 14 ataupun hari ke- 21 sehabis kelahiran anak.

Hukum Aqiqah Sehabis Dewasa

Semacam uraian tadinya, penerapan aqiqah anak diperbolehkan dicoba pada hari ke- 7, hari ke- 14, ataupun hari ke- 21 sehabis anak lahir. Kemudian gimana hukumnya bila sehabis hari ke- 21, orang tua senantiasa belum dapat melakukan aqiqah kepada anak?

Bila ibadah aqiqah belum dilaksanakan kala anak masih kecil, hingga sesungguhnya sunnah aqiqah bukanlah lenyap. Orang tua masih dapat melakukan aqiqah kepada anak walaupun umur anak telah tiba berusia.

Misalnya saja keadaan orang tua yang telah sanggup melakukan aqiqah dikala anak berumur berusia. Hingga diajarkan melakukan aqiqah buat anak yang belum diaqiqahi. Jadi sah- sah saja melakukan aqiqah walaupun anak telah beranjak berusia.

Tetapi gimana bila anak yang melakukan aqiqah buat dirinya sendiri? Apakah diperbolehkan? Terdapat perbandingan komentar ulama dalam menarangkan keadaan ini. Terdapat yang melaporkan bila aqiqah ialah kewajiban untuk orang tua.

Ini maksudnya, anak tidak harus buat melakukan aqiqah buat dirinya sendiri. Hendak lebih baik serta cocok sunnah bila dibebankan kepada orang tua.

Tetapi terdapat pula komentar yang lain yang melaporkan bila anak telah tiba umur berusia, hingga kewajiban aqiqah jadi tanggung jawab dirinya sendiri. Perihal ini sebab dikala anak tiba umur berusia hingga sunnah ibadah aqiqah untuk orang tuanya sudah gugur.

Berikutnya perihal tersebut jadi syarat anak tersebut buat melaksanakan aqiqah kepada dirinya sendiri. Semacam yang tertulis dalam suatu hadis,

Baca Juga : Tugas, Guna, serta Wewenang DPR yang Disorot sebab Sahkan Omnibus Law

“ Nabi Muhammad SAW mengakikahi dirinya sendiri sehabis dia diutus bagaikan Nabi”( H. R. Baihaqi).

Perihal ini juga pula cocok dengan komentar dari bermacam ulama, semacam Imam Ahmad, Muhammad bin Sirin, serta masih banyak yang lain. Sehingga bila ditanyakan menimpa hukum aqiqah sehabis berusia hingga diperbolehkan buat melaksanakannya.